Procurement Shceduling

Procurement Schedulling

 

Proses Perencanaan dan Penjadwalan  sangatlah diperlukan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Proses konstruksi melibatkan bahan seperti beton,baja dan bahan lainya.

Dengan menggunakan jadwal CPM maka project manager dapat dengan mudah mengelola proses pengadaan.

1.1. Sumber Masalah
Dalam kasus bahan yang lebih tidak biasa dan peralatan, review, persetujuan, dan proses pengadaan dapat membuat waktu yang lama. Pertama, proses pengadaan secara inheren rumit dan melibatkan banyak pencatatan rinci dan dokumen. Kedua, sebagian besar konstruksi profesional yang berorientasi tidak untuk administrasi dokumen, melainkan untuk tindakan fisik. Ketiga, sebagian besar tugas yang diperlukan untuk manajemen pengadaan yang baik berlangsung dari situs. Keempat, banyak bagian dari proses dikendalikan oleh orang lain yang mungkin tidak memberi tahu manajer proyek dari waktu, jadwal, dan prioritas.
1.2. Prosedur Pengadaan
Prosedur pengadaan dasar biasanya didefinisikan oleh arsitek / engineer dan rinci dalam spesifikasi proyek. Umumnya, manajer proyek dimulai dengan mengeluarkan pesanan pembelian atau subkontrak ke pemasok atau subkontraktor yang sesuai. Pemasok atau subkontraktor kemudian menyiapkan apa yang dikenal sebagai data pengajuan, yang ditransmisikan ke kontraktor umum. Setelah tinjauan umum oleh manajer proyek atau anggota lain dari tim proyek, persyaratan ditransmisikan ke pemilik dan arsitek / engineer untuk diperiksa dan disetujui. Setelah disetujui, dokumen submittal ditransmisikan kembali ke rantai ke pihak yang tepat, yang kemudian melaksanakan tugas fabrikasi dan pengiriman. Hanya setelah semua ini telah terjadi dapat materi dipasang pada proyek.
1.3. Elemen Utama dalam Pengadaan Sukses
Pengadaan adalah proses langsung dalam banyak kasus. Jika jumlah data yang dikirimkan kecil, harus ada sedikit, jika ada, masalah dalam melaksanakan pengadaan secara efektif. Namun, jumlah total data pada pekerjaan yang khas biasanya sangat besar. Untuk mengelola kegiatan pengadaan efektif, manajer proyek harus tetap prinsip kunci tertentu dalam pikiran dan beradaptasi proses untuk pekerjaan tertentu di tangan.

 

Project Scheduler.
Pertama kali bekerja di proyek besar di luar negeri saya ditempatkan di bagian Scheduling. Sebagai Scheduler saya menerima job dari Planner yang telah membuat Network Planning proyek. Tugas Scheduler membuat skedul implementasi dari network planning tsb. Hal-hal yang menjadi perhatian adalah ;
– Target date (yang telah ditentukan dalam kontrak)
– Hari-hari libur nasional maupun internasional
– Proses procurement dan konstruksi
– Availability resources
Dengan memperhatikan faktor tsb diatas Skedul dibagi jadi 2 bagian utama yaitu ;
1. Procurement Schedule
2. Construction schedule
Pada procurement schedule terdapat 7 langkah proses (Steps)
– Submittal (Sample,test,Drawing etc)
– Approval
– Order
– Fabrication
– Shipping
– On land transport
– On site
Construction Scheduling
– Zoning
– Building
– Tasks
– Function
– Operation

Leave a Reply