Schedulling Project

Scheduling Project

Dalam menentukan pedoman untuk perencanaan pekerjaan di awal project ,termasuk proses memutuskan bagian bagian atau aktivitas dan menentukan urutan pekerjaan yang akan digunakan untuk mencapai kegiatan tersebut perlu perencanaan yang matang, dari segi waktu, sumber daya manusia,

  • Durasi Pelaksanaan

Sejumlah metode tertentu dapat digunakan untuk sampai pada perkiraan yang cukup akurat dari

waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan atau bagian dari pekerjaan yang akan dilaksanakan. Sebelum masuk ke rincian metode ini,  beberapa aturan umum harus diperhatikan. Untuk  menghindari kesalahan serius, setiap bagian yang melaksanakan pekerjaan harus mengikuti schedule yang ditentukan.

 

1.Metode analisa AOA

Metode analisis yang akan dipakai dalam contoh ini menggunakan diagram AOA sehingga setiap node merupakan tahap penyelesaian proyek. Simbol yang digunakan untuk node biasanya berupa lingkaran seperti yang diperlihatkan Gambar 1 di bawah ini.

1

Gambar 1. Simbol Node

Agar dapat menyajikan informasi yang diperlukan, simbol node berbentuk lingkaran dibagi tiga ruang, ruang pertama sebelah kiri digunakan untuk memberi identitas peristiwa yang berupa nomor node. Ruang kedua dan ketiga sebelah kanan digunakan untuk memperlihatkan kapan terjadinya kejadian (peristiwa), yang mana bagian kanan atas menunjukkan waktu peristiwa paling awal atau earliest event time (EET) dan bagian kanan bawah menunjukkan waktu peristiwa paling akhir atau latest event time (LET).

Untuk menggambarkan setiap kegiatan yang ada dalam daftar kegiatan proyek, kita memulai dengan membuat node nomor 1. Dari nodenomor 1, tarik keluar garis panah kegiatan yang tidak memiliki predecessor, yakni: A dan B. Jangan lupa bubuhkan kode kegiatan pada pangkal garis panah diikuti oleh durasinya. Kemudian, buat node nomor 2 di ujung garis panah A, dan node nomor 3 di ujung garis panah B.

Oleh karena A adalah predecessor bagi C, D, dan E maka tarik keluar garis panah untuk C, D, dan E dari node nomor 2. Buat node nomor 4 pada ujung garis panah C dan node nomor 5 pada ujung garis panah D. Sedangkan untuk garis panah E tidak dibuatkan node baru melainkan masuk ke nodenomor 3 (node di ujung garis panah B). Hal ini karena B dan E sama-sama menjadi predecessor untuk H saja.

Buatlah garis panah dan node berikutnya sampai semua kegiatan tergambarkan. Hasilnya akan terlihat seperti Gambar 2 di bawah ini.

 

2

 

Gambar 2. Konstruksi Activity Network Diagram

Beberapa konvensi tentang bagaimana cara menggambar diagram AOA adalah:

  • Semua kegiatan tanpa predecessor datang dari node nomor 1.
  • Semua kegiatan tanpa successor mengarah ke node nomor terbesar (nodeterakhir).

Dalam contoh yang diperlihatkan Gambar 2, A dan B adalah dua kegiatan yang tidak memiliki predecessor. Keduanya berbentuk garis panah yang keluar dari node nomor 1.

Lihat juga J adalah kegiatan yang tidak memiliki successor. Oleh karena itu, garis panah J masuk ke node terakhir, yaitu node nomor 8 (node nomor terbesar dalam contoh ini). Jika ada lebih dari satu kegiatan tanpa successor, maka semua garis panah kegiatan masuk ke node nomor terbesar.

2.Menghitung dan Menganalisis Earliest Event Time (EET)

Cara menentukan earliest event time (EET) pada setiap node adalah dengan menggunakan perhitungan ke muka (forward), yaitu: kita mengawali perhitungan dari node nomor 1 dengan anggapan waktu mulai sama dengan nol, selanjutnya bergerak dalam jaringan untuk menghitung:

  • EET yang terjadi, Ei,
  • waktu mulai tercepat atau earliest start(ES), dan
  • waktu selesai tercepat atau earliest finish(EF)

untuk setiap kegiatan dalam jaringan sampai perhitungan berakhir di nodeterakhir. Berikut metode perhitungannya:

(i) Jadikan EET yang terjadi pada permulaan proyek sama dengan nol, artinya,
E1 = 0.
(ii) ES untuk setiap kegiatan (i,j) adalah sama dengan Ei untuk peristiwa sebelumnya, artinya,
ESij = Ei.
(iii) EF untuk setiap kegiatan (i,j) adalah sama dengan ES ditambah durasi kegiatan. Artinya,
EFij = ESij + Dij,
atau EFij = Ei + Dij.
(iv) EET untuk peristiwa j adalah maksimum EF dari semua kegiatan yang berakhir ke dalam peristiwa tersebut. Artinya,
Ej = maxi {EFij untuk semua predecessor (i,j)}
Ej = maxi {Ei + Dij}
yang mana D adalah durasi kegiatan. Dalam perhitungan ini, kegiatan diidentifikasi oleh predecessor node (atau peristiwa) i dansuccessor node j.

Untuk activity network diagram Gambar 2, perhitungan EET adalah sebagai berikut:

Langkah 1 E1 = 0
Langkah 2
j = 2 E2 = max{E1 + D12} = max{0 + 5} = 5
j = 3 E3 = max{E1 + D13; + E2 + D23}
= max{0 + 1; 5 + 2} = 7
j = 4 E4 = max{E2 + D24} = max{5 + 2} = 7
j = 5 E5 = max{E2 + D25} = max{5 + 3} = 8
j = 6 E6 = max{E3 + D36} = max{7 + 2} = 9
j = 7 E7 = max{E4 + D47E5 + D57E6 + D67}
= max{7 + 3; 8 + 4; 9 + 1} = 12
j = 8 E8 = max{E7 + D78} = max{12 + 1} = 13

Hasilnya akan terlihat seperti Gambar 3 di bawah ini.

 

3

 

Gambar 3. Perhitungan ke Muka untuk Menghitung dan Menganalisis Earliest Event Time (EET)

Dengan demikian, waktu minimum yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek ini adalah 13 bulan, E(8) = 13.

 

3.Menghitung dan Menganalisis Latest Event Time (LET)

Untuk menentukan latest event time (LET) pada setiap node adalah dengan menggunakan perhitungan ke belakang (backward), yaitu: perhitungan waktu mulai terlama atau latest start (LS) dan waktu selesai terlama atau latest finish (LF) untuk setiap kegiatan dalam jaringan yang dimulai dari nodeterakhir dengan Ln sama dengan En pada node terakhir (yang kita ketahui dari perhitungan ke muka) sampai perhitungan berakhir di node nomor 1. Berikut metode perhitungannya:

(i) Untuk peristiwa terakhir anggap
En = Ln.
Ingat bahwa semua ES telah dihitung pada tahap perhitungan ke muka.
(ii) LF untuk setiap kegiatan (i,j) adalah sama dengan LET dari peristiwaj,
LFij = Lj.
(iii) LS untuk setiap kegiatan (i,j) adalah sama dengan LF dikurangi durasi kegiatan. Artinya,
atau, LSij = LFij – Dij,
atau LSij = Lj – Dij.
(iv) LET untuk peristiwa i adalah minimum LS dari semua kegiatan yang berasal dari peristiwa tersebut. Artinya,
Li = minj {LSij untuk semua successor (i,j)}
Li = minj {LFij – Dij}
Li = minj {Lj – Dij}

Perhitungan LET untuk proyek dalam Tabel 1 adalah sebagai berikut:

Langkah 1 L8 = E8 = 13
Langkah 2
i = 7 L7 = min{L8 – D78} = min{13 – 1} = 12
i = 6 L6 = min{L7 – D67} = min{12 – 1} = 11
i = 5 L5 = min{L7 – D57} = min{12 – 4} = 8
i = 4 L4 = min{L7 – D47} = min{12 – 3} = 9
i = 3 L3 = min{L6 – D36} = min{11 – 2} = 9
i = 2 L2 = min{L3 – D23L4 – D24L5 – D25}
= min{9 – 2; 9 – 2; 8 – 3} = 5
i = 1 L1 = min{L2 – D12;  L3 – D13}
= min{5 – 5; 5 – 1} = 0

Hasilnya akan terlihat seperti Gambar 4 di bawah ini.

4

Gambar 4. Perhitungan ke Belakang untuk Menghitung dan Menganalisis Latest Event Time (LET)

Bila kita perhatikan Gambar 4 di atas terdapat beberapa nodedengan EET = LET. Inilah node yang akan berada pada jalur kritis (critical path).

 

Activity network diagram yang erat kaitannya dengan metode CPM dan diagram PERT telah lama digunakan untuk tujuan memperlihatkan jalur penyelesaian suatu proyek, menemukan waktu penyelesaian proyek sesingkat mungkin, dan menggambarkan bagaimana kegiatan dapat serentak dilakukan dalam suatu proyek. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuatactivity network diagram:

  1. Semua kegiatan dalam proyek, termasuk estimasi waktu yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan, sebaiknya direncanakan dan dikomunikasikan bersama semua anggota team melalui mekanismebrainstorming. Estimasi waktu biasanya menggunakan pengalaman masa lalu atau perkiraan dari para praktisi.
  2. Kegiatan terurut dari awal sampai akhir, tidak boleh ada duplikasi kegiatan. Jika penambahan suatu kegiatan terjadi, kegiatan tambahan ini harus teridentifikasi dan digambarkan.
  3. Evaluasi kembali estimasi waktu terpendek, terpanjang, dan rata-rata untuk setiap kegiatan, dan identifikasi jalur terpanjang melalui jaringan.
  4. Gunakan diagram untuk melacak kemajuan atau progres setiap kegiatan. Pada saat proyek berlangsung, estimasi waktu dapat diperbarui sesuai dengan diperolehnya informasi dan asumsi baru. Tak hanya estimasi waktu, kita juga mungkin akan menemukan sebuah jalur kritis baru dan perubahan bentuk jaringan.

 

Leave a Reply