Preplanning Investigation

Preplanning Investigation

Setelah proyek diputuskan untuk pemenangnya oleh owner,banyak hal yang perlu dipersiapan oleh kontraktor dalam memanajemen pelaksanaan dilapangan,mulai dari pekerjaan persiapan personel,mereview kembali anggaran dan pembuatan dokumen kontrak kerja,berikut informasi memanajemen pelakasaan,agar dalam proses pelaksaanan dapat berjalan sesuai prosedur.

MANAJEMEN PELAKSANAAN

Urutan pelaksanaan di lapangan sangat dibutuhkan, karena dengan adanya manajemen yang baik akan mendukung kelancaran proyek sehingga proyek dapat diselesaikan dengan baik. Adapun langkah-langkah yang diambil sebelum dan pada saat dilaksanakan hingga pembayaran termin dilaksanakan:

  1. Perijinan

Merupakan pengajuan / permintaan ijin untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang sudah siap untuk dikerjakan baik kesiapan alat, bahan maupun tenaga kerja. Jika kesiapan telah memenuhi syarat yang telah ditentukan, maka Owner baru bisa menyetujui pekerjaan tersebut untuk dapat dilaksanakan.

  1. Pelaksanaan

Menuntut pemahaman terhadap pekerjaan yang akan maupun yang sedang dilaksanakan agar dapat menghindari kesalahan pengerjaan. Untuk itu pelaksana diharapkan dapat memahami gambar-gambar konstruksi perencanaan dengan baik dan menggunakan metode yang tepat dalam pelaksanaan pekerjaan

Hal ini juga berpengaruh pada personel yang ditugaskan pada masing pekerjaan tiap personel disitu project manager dituntut untuk dapat bisa memilih personel yang akan ditempatkan nantinya.

Selain itu dalam pelaksanaan kontraktor umumnya akan dibantu oleh pihak lain antara lain subcontractor dan supplier didalam pekerjaan.apa itu subcontractor dan supplier?

 

2

Subcontractor

Subkontraktor dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Subkontraktor yang menyediakan pekerja saja, yaitu subkontraktor yang dalam melaksanakan pekerjaan bangunan/konstruksi hanya menyediakan tenaga kerja dan alat kerja konstruksi (traktor, mesin pancang, dan sebagainya),sedangkan bahan bangunan disediakan oleh perusahaan yang mensubkontrakkan.
  2. Subkontraktor yang menyediakan pekerja dan material konstruksi, yaitu subkontraktor yang menerima dan melaksanakan sebagian/seluruh pekerjaan/proyek konstruksi yang disubkontrakkan secara penuh oleh perusahaan kontraktor, artinya penyediaan bahan bangunan dan tenaga kerja seluruhnya adalah tanggung jawab subkontraktor.

    Suplier

SUPLIER adalah seseorang/perusahaan yang secara kontinu menjual barang kepada seseorang atau perusahaan . Biasanya barang tersebut bukanlah untuk dijual lagi, tapi lebih kepada pendukung kegiatan proyek atau usaha.contoh supplier dalam proyek antara lain : besi beton, beton readymix dll

Selain dengan kedua pihak tersebut, untuk proses kedepannya kontraktor juga akan berkoordinasi dengan konsultan perencana dan tentunya owner.koordinasi dengan phak konsuktan umumnya berkaitan dengan gambar pelaksaan pekerjaan apabila terdapat hal yang masih belum jelas terhadap gambar atau perubahan desain.untuk koordinasi dengan owner biasanya koordinasi terhadap progres pekerjaan,pekerjaan apabila terdapat variation order atau pekerjaan tambah kurang untuk mendapatkan persetujuan

  1. Pengawasan

Di dalam pelaksanaan pekerjaan, pengawasan yang cermat wajib dilaksanakan guna menjamin keberhasilan suatu proyek. Dengan pengawasan yang baik dapat dihindari kesalahan-kesalahn yang merugikan. Pengawasan dalam hal ini dilakukan oleh konsultan pengawas sebagai pengawas dan pengendali proyek.

Selain pengawasan dilapangan, tentunya persiapan yang diperlukan adalah menghitung kembali anggaran untuk pelakasaan atau rencana anggaran pelaksanaan(RAP).hal ini diperlukan untuk mengendalikan budgeting yang sudah ada sehingga tidak terjadi kerugian pada proyek tersebut.

 

  1. Pengendalian (Controlling)

Pengendalian proyek dilakukan dengan pengawasan dan pemantauan lansung selama masa pelaksanaan proyekmelalui rapat koordinasi dengan tujuan untuk mengoptimalkan kerja seluruh unsur yang terlibat didalam proyek. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara yaitu :

  1. Time Scheduling

 Time scheduling merupakan uraian pekerjaan dari awal hingga akhir pekerjaan secara global. Time scheduling ini disusun berdasarkanurutan langkah-langkah kerja dengan net work planning. Masing-masing pekerjaan ini diatur dengan sedemikian rupa dengan memperhatikan urutan pekerjaan, pengaturan waktu, tenaga, peralatan dan material agar dapat tercapai suatu pekerjaan yang baik dan lancar. Dari time schedule ini diberi bobot masing-masing, sehingga dapat diperoleh kurva “S”.

  1. Pelaporan

Pelaporan adalah kegiatan yang telah dilaksanakanyang meliputi jenis pekerjaan yang dilakukan, kuantitas atau volume pekerjaan, serta hal-hal yang bersifat non teknis seperti halnya keadaan cuaca pada saat pelaksanaan pekerjaan.

Pelaporan pada Proyek Pembangunan  dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu, meliputi :

 

  1. Laporan Harian ( Daily Report )

Laporan harian ini dibuat setiap hari secara tertulis dengan ditandatangani oleh pihak kontraktor utama dan pihak dari konsultan pengawas. Laporan harian berisikan antara lain :

  • Waktu dan jam kerja
  • Pekerjaan yang telah dilaksanakan pada hari yang bersangkutan
  • Keadaan cuaca
  • Bahan yang masuk kelapangan
  • Peralatan yang tersedia dilapangan
  • Jumlah tenaga kerja
  • Hal-hal yang terjadi dilapangan

Dengan adanya laporan harian ini, maka kegiatan proyek yang ada dilapangan dapat dipantau dengan baik setiap harinya.

 

  1. Laporan Mingguan ( Weekly Report )

Laporan mingguan ini bertujuan agar memperoleh gambaran kemajuan pekerjaan yang telah dicapai dalam satu minggu, yang disusun dalam laporan harian selama satu minggu tersebut. Pada laporan ini pihak kontraktor diwajibkan melakukan pemotretan yang menggambarkan tiap tahap kemajuan pekerjaan.Laporan mingguan berisikan tentang :

  • Jenis pekerjaan yang telah diselesaikan
  • Volume dan prosentase pekerjaan dalam satu minggu
  • Catatan lain yang diperlukan, seperti halnya instruksi dan teguran/evaluasi dri konsultan pengawas dan catatan mengenai tambah kurangnya pekerjaan

Prosentase pekerjaan yang telah dicapai sampai dengan minggu yang bersangkutan dapat diketahui dengan memperhitungkan semua laporan mingguan yang telah dibuat, ditambah bobot prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan pada minggu itu. Dari prosentase pekerjaan yang telah dicapai pada minggu ini kemudian dibandingkan dengan prosentase pekerjaan yang telah dicapai pada minggu yang bersangkutan, maka akan diketahui prosentase keterlambatan atau kemajuan yang diperoleh. Laporan mingguan ini merupakan realisasi dan time schedule yang berupa kurva ”S”.

 

  1. Laporan Bulanan ( Monthly Report )

Laporan bulanan ini pada prinsipnya sama dengan laporan mingguan yaitu memberikan gambaran untuk kemajuan pelaksanaan proyek selama satu bulan itu. Baik dari segi teknis, dana maupun manajerial. Untuk tujuan itu dibuatlah rekapitulasi laporan harian maupun laporan mingguan dengan dilengkapi data-data foto selama pelaksanaan pekerjaan sebulan itu. Laporan bulanan dibuat oleh kontraktor utama dan diberikan kepada konsultan pengawas dan pemilik proyek.

  1. Gambar Kerja

Rencana gambar kerja yang telah dibuat masih perlu dijelaskan dengan gambar dan detail agar memudahkan pelaksanaannya dan menghindari kesalahan serta memperlancar jalannya pelaksanaan pekerjaan.

Selain untuk memperjelas, gambar kerja terkadang juga dalam pelaksanaan apabila terjadi perubahan dari rencana semula, maka perlu perubahan gambar yang lebih lengkap dari kesalahan semula dan gambar tersebut disetujui oleh perencana dan pengawas.

 

  1. Rapat Koordinasi

Rapat koordinasi idealnya diadakan tiap minggu sekali. Pada rapat ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari kontraktor pelaksana, konsultan perencana, konsultan pengawas dan pemilik proyek. Hal – hal yang dibahas dalam rapat koordinasi :

  • Hal – hal yang berhubungan dengan pelaksanaan serta terdapat masalah teknis yang timbul tak terduga dilokasi proyek
  • Alternatif – alternatif pekerjaan dan solusi dari masalah-masalah yang muncul.baik dari segi teknis, administrasi maupun dana.
  • Prestasi fisik yang telah dicapai berdasarkan laporan yang dibuat.
  • Koordinasi masing – masing pihak yang terlibat lansung dalam pelaksanaan.
  • Sebagai laporan Konsultan Pengawas untuk melakukan Controlling.

 

Leave a Reply